Presiden Persebaya Azrul Ananda menjelaskan sepatu AZA5 saat menjadi pembicara di IDEA Fest Jumat (26/10). AZA5, penghilang barrier harga mahal sepatu basket, telah membantu puluhan ribu anak dan pemuda untuk mendapatkan sepatu basket dengan harga terjangkau. Dalam waktu dekat juga akan diproduksi konsep yang sama untuk sepatu sepak bola.

JAKARTA, 26 Oktober 2018 – Asian Games 2018 yang sukses diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada Agustus-September lalu telah berhasil membakar bara dalam sekam pada industri olahraga di Indonesia. Kesempatan ini perlu untuk ditangkap oleh banyak pihak agar api kesuksesan tersebut tidak berhenti membara.

Hal ini disampaikan oleh Azrul Ananda, Presiden Persebaya, CEO dan Founder DBL Indonesia, pada diskusi di acara IDEA Fest yang bertema Sports Industry, Indonesia’s Sleeping Giant. DBL Indonesia adalah perusahaan yang fokus terhadap pada pengembangan anak muda dan bergerak di industri olahraga dan entertainment. “Inilah salah satu alasan kenapa kami di DBL Indonesia meyakini bahwa industri olahraga adalah raksasa yang sedang tidur. Sebab, ada banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Azrul menyebutkan, Asian Games telah berhasil menjadikan olahraga memiliki tempat spesial di hati masyarakat. “Namun, begitu masyarakat suka olahraga, tempat untuk berolahraga belum mudah didapat. Mau membeli perlengkapan olahraga, mahal. Inilah yang harus dimanfaatkan. Sekam yang sudah dibakar oleh Asian Games, harus terus kita panaskan,” ujarnya. Kesempatan ini yang bisa diambil oleh pemain di industri olahraga dalam berbisnis dan juga oleh masyarakat.

Dalam acara yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut, Azrul mengutarakan bahwa salah satu cara untuk menjaga minat masyarakat ke olahraga tetap hidup adalah dengan memperluas partisipasi. “Saya percaya bahwa partisipasi adalah income, prestasi adalah cost. Kalau partisipasi terus dikembangkan, maka partisipasi akan membiayai prestasi,” ujarnya.

Azrul mengutarakan bahwa Selama ini, banyak orang yang menuntut pemerintah supaya timnas Indonesia berprestasi. “Banyak yang menuntut timnas bisa mendapat emas. Jangan hanya menuntut pemerintah. Kita perlu partisipasi untuk mendorong olahraga nasional bisa berkembang. Bisa dimulai dengan hal sederhana seperti membeli tiket pertandingan atau membeli merchandise resmi. Jangan beli yang palsu,” jelasnya.

Pria yang juga merupakan Presiden Klub Persebaya tersebut mencontohkan bahwa Persebaya dan DBL Indonesia telah meluncurkan beberapa produk olahraga. Di antaranya jersey, bola, dan sepatu basket. “Dalam menghadirkan produk, kami selalu melihat bagaimana dampaknya terhadap partisipasi. Bagaimana agar produk yang kami hasilkan bisa menghilangkan batasan untuk masyarakat berolahraga,” ujarnya.

“Kami sangat bangga karena produk yang kami hasilkan buatan lokal Indonesia dengan kualitas yang sangat bagus, dikerjakan oleh pabrikan berkelas dunia. Sehingga, kami bisa menawarkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Dengan demikian, kami berharap ini bisa meningkatkan partisipasi masyarakat di olahraga,” jelas Azrul.

DBL Indonesia merupakan pemilik liga basket terbesar di Indonesia Honda Developmental Basketball League (DBL) yang menyasar student-athlete di tanah air dan telah menyentuh lebih dari 1,5 juta anak muda setiap tahunnya, dari Aceh sampai Papua. Perusahaan yang pernah dinobatkan sebagai Indonesia Most Creative Company oleh Majalah Swa ini juga bergerak di bidang retail, manajemen tim olahraga, media dan entertainment, serta gaya hidup. (*)

 

Populer

Pemegang Tiket Full Season Dapat Kesempatan Nonton Latihan Persebaya
Fokus Perbaiki Kekurangan pada Jeda Kompetisi
Usia 16 Tahun, Linus Top Scorer Sementara EPA U-20
Munster Hadir di Pertandingan EPA, Pantau Joker Maupun Pemain Muda
Brace Paulinus dan Dirga Bawa Persebaya U-20 Kalahkan Madura United U-20
Kalahkan Dua Kali Madura United, Persebaya di Puncak